google adsense

CONTOH PROPOSAL Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Kabawo Subjek Materi “Teori Kinetik Gas”

selamat pagi sobat TOBI, kali ini saya akan bagikan contoh proposal yang sudah saya bua. silakan dilihat. saya hanya menampilkan BAB I dan BAB III. untuk versi lengkapnya teman2 bisa download di sini



PROPOSAL
OLEH
TOMUNALOGY BERBAGI

Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Kabawo Subjek Materi “Teori Kinetik Gas”

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sampai saat ini berusaha meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah. Sesuai yang tertuang dalam UU No.20 Tahun 2003 menjelaskan tentang defenisi Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada kenyataannya pendidikan adalah sesuatu yang sangat di butuhkan untuk membentuk masyarakat madani, mewujudkan masyarakat berpengetahuan yang mampu mempelajari, menguasai, mengembangkan, memanfaatkan, dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berfokus pada tujuan pendidikan nasional.
Sesuai yang tertuang dalam UU No.20 tahun 2003 Pasal 60 ayat 7 “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan  menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan ada 3 jenis jalur pendidikan yang mampu menopang besarnya kebutuhan ilmu pengetahuan peserta didik yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal.
a.       Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang diupayakan atau disiapkan oleh pemerintah secara terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan perguruan tinggi.
b.      Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan yang diadakan di luar dari pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang seperti bimbingan belajar, kelompok belajar, pendidikan kepemudaan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, dan lain sebagainya yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
c.       Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan seperti kegiatan belajar mandiri, pembinaan orang tau (moral, prilaku dan religius), masyarakat dan teman sebaya.
Dengan tiga jalur pendidikan di atas mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan memperbaharui pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik melalui aktivitas belajar.
Dengan aktivitas belajar yang baik maka akan membantu peserta didik selangkah lebih maju untuk mencapai tujuannya. Akan tetapi tidak selamanya tujuan peserta didik bisa tercapai karena aktivitas belajar bagi setiap peserta didik tidak selalu berjalan dengan wajar. Kadang-kadang terasa lancar cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang tidak, dan terkadang juga teramat sulit. Setiap peserta didik memang tidak ada yang sama, sehingga perbedaan yang dimiliki setiap peserta didik dapat menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar.
Pada kenyataanya peserta didik selalu menghadapi banyak masalah yang muncul dalam dunia pendidikan misalnya pada awal sekolah, peserta didik kesulitan menyesuaikan diri dengan teman, para guru, tata tertib sekolah, lingkungan sekolah dan sebagainya.
Banyaknya masalah-masalah yang dihadapi akan mempengaruhi hasil belajar para peserta didik. Olehnya itu, selalu diupayakan berbagai cara untuk mangatasi masalah-masalah yang muncul dalam dunia pendidikan misalnya memperbaharui cara atau metode mengajar yang lebih inovatif, meningkatkan motivasi belajar, dan mengadakan atau memberikan bimbingan belajar. Dengan bimbingan belajar bisa menambah pengetahuan siswa, mampu menetupi kekurangan-kekurangan dari bimbingan belajar dalam kelas, dan bisa digunakan sebagai sarana untuk pendekatan kepada siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri, rasa tanggung jawab dan motivasi belajar siswa.
Menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005: 82) Bimbingan dapat diartikan sebagai upaya pemberian bantuan kepada peserta didik dalam rangka mencapai perkembangannya yang lebih optimal. Sedangkan Bimbingan belajar adalah bimbingan yang diberikan oleh tenaga ahli (konselor) untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar (Yusuf,dkk. 2005).
Sehingga dapat disumpulkan bimbingan belajar adalah salah satu alternatif yang bisa diikuti atau diberikan kepada siswa untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar, menutupi atau melengakapi keterlambatan materi di sekolah, memenuhi kebutuhan belajar yang lebih maksimal, dan juga sebagai sarana untuk pendekatan kepada siswa dalam meningkatkan motivasinya untuk belajar. Dengan bimbingan belajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar selalu diharapkan mampu mengeksplorasi khazanah pengetahuan yang lebih luas dan meningkatkan hasil belajar siswa khususnya siswa SMA yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Jenjang pendidikan SMA merupakan puncak-puncaknya peserta didik untuk menggali pengetehuan lebih untuk menghadapi berbagai jenis test atau ujian seperti ujian semester, ujian nasional, dan bahkan persiapan untuk kejenjang Perguruan Tinggi. Akan tetapi untuk menggapai tujuannya, peserta didik tidak luput dari rintangan kesulitan belajar pada mata pelarjaran-mata pelajaran tertentu.
Salah satunya di SMA Negeri 1 Kabawo yang merupakan salah satu lembaga kependidikan yang menjalankan proses belajar mengajar melalui jalur pendidikan formal. Siswa SMA Negeri 1 Kabawo mengalami banyak masalah dalam belajar terutama pada mata pelajaran IPA Fisika. IPA Fisika selalu dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit akibatnya motivasi siswa untuk belajar Fisika menjadi rendah dan siswa cenderung menyerah sebelum mencoba. Masalah-malasah lain yang sering dihadapi yaitu penggunaan banyak rumus fisika ditampilkan secara spontan tanpa penjelasan yang lebih jauh agar mudah dipahami siswa, penjelasan guru di kelas yang cukup cepat dan hampir tidak bisa diikuti oleh seluruh siswa dalam kelas, keterlambatan materi pelajaran yang tidak bisa diselesaikan di kelas sehingga siswa sulit mempelajari materi yang tertinggal atau tidak terselesaikan.
Salah satu kesulitan ini kerana pada umumnya siswa masih mengandalkan guru untuk memberikan informasi sehingga kemampuan berfikir siswa menjadi tidak berkembang. Saat melakukan diskusi kelompok sebagian siswa masih berbicara sendiri karena ketidaktertarikan dengan pola pembelajaran yang ada. Selain itu, dalam pembelajaran fisika terdapat fenomena fisika yang membutuhkan pemikiran yang abstrak, salah satunya adalah materi teori kinetik gas. Materi ini mengkaji obyek fisika sampai pada tatanan atom atau partikel, dengan kata lain mengkaji fisika secara mikroskopik. Atom atau partikel dalam gas ideal tidak dapat terlihat secara langsung secara kasat mata, oleh karena itu dibutuhkan suatu layanan bimbingan belajar agar dapat lebih banyak waktu untuk menjelaskan materi materi teori kinetik gas tersebut agar tampak lebih jelas dan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahas tentang bimbingan belajar dan tingkat motivasi belajar siswa dengan judul Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Kabawo Subjek Materi “Teori Kinetik Gas”.
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, terdapat banyak masalah-masalah yang dihadapi peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran IPA Fisika di SMA kelas X baik masalah-masalah yang timbul dari peserta didik itu sendiri, guru, fasilitas belajar, dan lingkungan. Dari uraian tersebut, masalah-masalah yang berkaitan dengan pembelajaran IPA Fisika  dapat diidentifikasi sebagai berikut ;
1.      Mata paelajaran IPA Fisika selalu dianggap oleh peserta didik sebagai mata pelajaran yang sulit sehingga menurunnya motivasi belajar.
2.      Penggunaan banyak rumus fisika yang ditampilkan secara spontan tanpa penjelasan yang lebih jauh agar mudah dipahami siswa.
3.      Penjelasan guru di kelas yang cukup cepat dan hampir tidak bisa diikuti oleh seluruh siswa dalam kelas.
4.      Keterlambatan materi pelajaran yang tidak bisa diselesaikan di kelas sehingga siswa sulit mempelajari materi yang tertinggal atau tidak terselesaikan.
5.      Tidak kompleksnya bimbingan belajar yang terjadi di kelas sehingga memerlukan bimbingan tambahan.
6.      Kurangnya bimbingan belajar karena bimbingan belajar dilakukan hanya ketika meghadapi Ujian Nasional sehingga bimbingan belajar dianggap sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting.
7.      Siswa umumnya tidak tertarik pada mata pelajaran IPA Fisika karena dianggap sulit.
8.      Kurangnya motivasi belajar khususnya pada mata pelajaran IPA Fisika.
9.      Hasil belajar IPA Fisika masih rendah karena tidak terselesaikannya seluruh materi pelajaran di kelas.


C.    Pembatasan Masalah
Banyaknya masalah yang sering dihadapi peserta didik, maka berdasarkan identifikasi masalah di atas penulis hanya membatasi masalah pada ;
Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Kabawo Subjek Materi “Teori Kinetik Gas”.

D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah oleh peneliti, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut ;
“apakah mengikuti kegiatan bimbingan belajar diluar sekolah mampu memberikan pengaruh positif  terhadap hasil belajar Fisika SMA kelas XI dibandingkan dengan hasil belajar Fisika yang hanya mendapatkan pelajaran di sekolah”?.

E.     Tujuan Penelitian
Dalam penyusunan penelitian ini terdapat tujuan penelitian yang dirangkum sebagai berikut ;
1.      Untuk mengkaji lebih jauh pengaruh bimbingan belajar diluar sekolah terhadap hasil belajar Fisika siswa SMA kelas XI
2.      Untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA kelas XI khususnya pada mata pelajaran IPA Fisika materi “Teori Kinetik Gas” melalui bimbingan belajar.
3.      Untuk mengetahui bagaimana pengaruh bimbingan belajar terhadap hasil belajar Fisika siswa SMA kelas XI
4.      Untuk mengetahui seberapa pentingnya bimbingan belajar bagi siswa terhadap hasil belajar Fisika siswa SMA kelas XI.

F.     Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, semoga dapat memberikan manfaat melalui hasil penelitian secara teoritis dan manfaat praktis.

a.       Secara teoritis
1.      Dari hasil penelitian kiranya dapat menambah khazannah pengetahuan tentang pentingnya bimbingan belajar bagi siswa khususnya bimbingan pada mata pelajaran-mata pelajaran yang dianggap susah seperti IPA Fisika
2.      Dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dikemudian hari untuk penelitian lebih lanjut tentang bimbingan belajar dan hasil belajar siswa.

b.      Manfaat praktis
1.      Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat menambah dan meperbaharui pengetahuan tentang bimbingan belajar dan hasil belajar, juga sebagai prasyarat untuk mendapatkan gelajar sarjana.
2.      Bagi siswa
Dengan diadakannya bimbingan belajar kiranya bisa mengatasi kesulitan belajar siswa, mampu menumbuhkan motivasi untuk belajar, bisa mengatasi keterlambatan materi belajar di kelas, dan bisa memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk dirinya, keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
3.      Bagi guru
Dapat memudahkan guru untuk mengatasi kekurangan-kekurangan mengajar di kelas melalui bimbingan belajar.

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    DEFENISI OPERASIONAL

Metode penelitian ini adalah metode eksperimen sejati, dimana bimbingan belajar diberikan kepada kelas eksperimen, sedangkan untuk kelas kontrol tidak diberikan bimbingan belajar.
Bimbingan belajar merupakan suatu strategi untuk membantu siswa mendapatkan pelajaran tambahan agar memperluas pengetahuan. Penyampaian materi pada bimbingan belajar disesuaikan dengan materi yang diikuti peserta didik di sekolah, diupayakan dengan gaya mengajar yang menarik sehingga peserta didik tidak mudah bosan, menggunakan berbagai model pembelajaran agar siswa bisa lebih santai dalam belajar, tidak tegang seperti situasi di sekolah, pembelajaran dilakukan dengan singkat dan mudah agar siswa lebih termotivasi. Motivasi belajar bisa datang dari sendiri karena cita-cita atau bisa dari orang lain dengan memberikan sugesti yang bisa menumbuhkan semangat belajar.
Hasil belajar yaitu skor yang diambil setelah perlakuan dunyatakan dalam bentuk nilai yang diperoleh dari hasil pre test dan post test kelas eksperimen dan kelas kontrol.

B.     POPULASI DAN SAMPEL

1.      Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto,1998:115). Populsai dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabawo.
2.      Sampel
Sampel adalah sebagian wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto ,1998:117). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling untuk dua kelas yaitu kelas Xb jumlah siswa 29 dan kelas Xc berjumlah 29 siswa. Sehingga jumlah sampel 58 siswa.




C.    RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini adalah studi eksperimen dengan skema sebagai berikut ;

Group
Pre-test
Treatment
Post-test
Eksperimen group
T1
X
T2
Control group
T1
-
T2
(Suryabrata, 2004)

Keterangan ;
T1 = skor pre-test
T2 = skor post-test
X = perlakuan (pelaksanaan bimbingan belajar fisika)
Variabael-variabel penelitian ini adalah bimbingan belajar fisika sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.

D.    TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1.      Tahap observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, dengan berkonsultasi secara langsung pada kepala sekolah mengenai survey penelitian, serta guru mata pelajaran.
2.      Tahap eksperimen (Pre-test) untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa sebelum diadakan bimbingan belajar fisika
3.      Test akhir (Post-test ) untuk  mengumpulkan data hasil belajar siswa setelah mengikuti bimbingan  belajar fisika.

E.     TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
a.       Instrumen
Instrumen penelitian yang dipakai adalah tes prestasi yaitu tes yang digunakan untuk pencapaian seoarang siswa dalam bimbngan pada konsep teori kinetik gas dalam bentuk pre-test dan post-test.
b.      Materi pembelajaran
Materi pembelajaran bimbingan belajar adalah materi fisika SMA kelas XI teori kinetk gas
c.       Waktu Pelaksanaan
Bimbingan belajar dilakukan Selama 4 minggu dengan waktu pertemuan 16 jam pelajaran (16x45 menit)Teknik pengumpulan data dalam 8 kali pertemuan.
d.      Teknik pengumpulan data
Observasi langsung mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta wawancara mengenai pelakasanaan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Data yang diambil dalam penelitaian ini adalah hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar fisika dengan memberikan pre-test dan post-test baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen.
e.       Teknik pengolahan data dan analisis data
Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Menguji normalitas sampel
Uji normalitas menggunakan uji lilifors.
Langkah langkah :
a)      Hipoetesis H0 = populasi berdistribusi normal
      H0 = populasi tidak berdistribusi normal
b)   Taraf nyata
c)   Wilayah kritis : tolak H0 jika L0 tabel

Pengujian hipotesis nol :
a)      Untuk dijadikan bilangan baku  dengan menggunakan rumus  dan S masing-masing merupakan rata-rata simpangan baku sampel.
b)      Untuk bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung F(Zi), P(Z>Zi).
c)      Selanjutnya proporsi Z1, Z2, ...... Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(Zi) maka S(Zi) = banyaknya Z1, Z2, ......Zn/n
d)      Dihitung selisih F(Zi) – S(Zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.
e)      Ambilah harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisish terebut.
2.      Mengujia homogenitas sampel
Uji homogenitas denga menggunakan data hasil pre-test, dengan rumus :
Kriteria pengujian adalah ; terima H0 (H0 : ), Jika :
Langkah-langkah :
a)      Menghitung besarnya varian gabungan dengan rumus sebagai berikut :
Menghitung signifikan perbedaan rata-rata hasil belajar dengan uji T dan subyek penelitian homogen
Hipotesis yang akan diuji adalah :

Untuk menguji hipotesis digunakan statistika uji t dengan rumus :
Keterangan :
X1 = rata-rata nilai sampel 1
X2 = rata-rata nilai sampel 2
S= Varians sampel\
S   = Standar deviasi
   = umlah sampel 1
   = umlah sampel 2

Kriteria pengujian : Terima
 (taraf nyata) = 0.05
dk = n-1

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. (1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta :
Rineka Cipta
Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers
Aunurrahman. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Christine Alace Tutu. 2011. Skripsi Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA  
Negeri 1 Kawangkoan dengan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah.
Tondano : Universitas Negeri Manado
Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Mulyasa. 2005. Menjadi Guru Yang Profesional. Bandung : Rosdakarya
Online. http://www.whandi.net/2007/05/16/pengertian-belajar-menurut-ahli. Diakses
29 Mei 2015
Poluakan, Emil. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Universitas Negeri Manado
Prayitno dan Amti, Erman. 2009.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta :
Rineka Cipta
Prayitno. 1999. Pelayanan Bimbingan dan Konseling (Sekolah Menengah Umum).                                                      
Jakarta : Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT.
Rineka  Cipta.
Sudjana. 1992. Metode Statistik. Bandung. : Kencana
Suharsimi Arikunto. (1992). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Bumi Aksara.
Suyadi. 2012. Buku Panduan Guru Profesional Penelitian Tindakan Kelas dan
Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta : Andi Offset
Yusuf. S, Nuriksan. J. 2005. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar
Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karier). Yogyakarta : Andi
Offset
Walgito, bimo. (1985). Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah . Yogyakarta: Andi 
Offset.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CONTOH PROPOSAL Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Kabawo Subjek Materi “Teori Kinetik Gas”"

Post a Comment