google adsense

Konsep dan Hakikat Strategi Belajar Mengajar

MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Judul Konsep dan Hakikat Strategi Belajar Mengajar


D
I
S
U
S
U
N
OLEH KELOMPOK I





JURUSAN PEND.FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2013/2014
Kata pengantar
Puji dan syukur kehadirat tuhan yang maha esa atas rahmat dan karunianyalah sehingga tugas makalah ini dengan judul materi “Konsep dan Hakikat Strategi Pembelajaran” dapat terselesaikan dengan baik dan dapat terselesaikan untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Strategi Belajar Mengajar.
Kami sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam menyusun makalah ini, sehingga pemakalah bisa menyelesaikan tugas makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini didapatkan berbagai hambatan baik dari luar maupun dari faktor luar.Meski demikian, kami dapat menghadapinya sampai tugas ini dapat terselesaikan.
Kami sangat berharap makalah ini dapat memenuhi persyaratan untuk pemenuhan tugas mata kuliah Strategi Belejar Mengajar dan juga memberikan wawasan kepada pembaca walaupun makalah ini jauh dari kesempurnaan.

Tondano, 26 Agustus 2014
Penyusun

Kelompok I





DAFTAR ISI

Kata pengantar
Daftar isi
Bab   I        Pendahuluan
A.   Latar Belakang
B.    Rumusan masalah
C.    Tujuan
Bab   II       Pembahasan
A.   Pengertian Strategi Pembelajran
B.    Jenis-jenis Strategi Pembelejaran
C.    Istilah Terkait dalam Strategi Pembelajaran
D.   Sasaran Kegaitan Pembelajaran
E.    Tahapan Kegiatan Pembelajaran

Bab   III     Penutup
A.   Kesimupalan

Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
          Dengan memerhatikan upaya reformasi pembelajaran yang sedang berkembang di Indonesia, saat ini para guru atau calon guru banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) masih sulit menentukan sumber sumber literaturnya.
Rekayasa model pembelajaran dapat didesain oleh guru sedemikian rupa. Idealnya pendekatan pembelajaran untuk siswa pandai harus harus berbeda dengan kegiatan siswa berkemapuan sedang atau kurang  (walaupun untuk memahami konsep yang sama), karena siswa mempunyai keunikan masing masing. Hal ini menunjukan bahwa pemahaman guru terhadap pendekatan, model, strategi, metode dan teknik pembelajran tidak bisa diabaikan.
          Aktivitas belajar dan pembelajaran sangat terkait dengan proses pencarian ilmu. Islam sangat menekankan terhadap pentingnya ilmu. Al-qur’an dan Al-sunnah mengajak kaum muslimin untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan (wisdom), serta menmpatkan orang orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.
          Di dalam Al-Qur’an, kata Al-ilm dan kata kata jadiannya digunakan lebih dari 780 kali. Beberapa ayat yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW menyebutkan pentingnya membaca, pena, dan ajaran untuk manusia : “bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”(QS. Al-‘Alaq-96:1-5 ).
          Pada ayat pertama dalam surat Al-‘Alaq terdapat kata iqra’, Diana Allah SWT melalui malaikat Jibril memerintahkan kepada Muhammad untuk “membaca” (iqra’). Menurut shihab (1997) iqra’ berasal dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun inilah lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri ciri sesuatu, dan membaca, baik teks tertulis maupun tidak. Berbagai makna yang muncul dari kata iqra’ tersebut sebenarnya secara tersirat menunjukan perintah untuk melakukan kegiata belajar, karena dalam belajar juga mengandung kegiatan kegiatan seperti mendalami, meneliti, membaca, dan lain sebagainya.
          Islam menggambarkan belajar dan kegiatan pembelajaran dengan bertolak dari Firman Allah QS. An-Nahl ayat 78 yang artinya : “dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur”.
          Makna dara ayat tersebut dapat dipahami bahwa pada awalnya manusia tidak memiliki pengetahuan atau tidak mengetahui sesuatupun. Maka belajar adalah “perubahan tingkah laku lebih merupakan proses internal siswa dalam rangka mennuju tingkat kemaangan”.
B.    Rumusan Masalaah
Dalam penyusunan makalah ini, kami merumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini. Adapun rumusan masalah yang kami rumuskan sebagai berikut :
1.     Membahas pengertian terkait dengan strategi pembelajaran
2.     Membedakan jenis-jenis strategi pembelajaran
3.     Membahas Istilah Terkait dalam Strategi Pembelajaran
4.     Menunjukan Sasaran Kegaitan Pembelajaran
5.     Membagi Tahapan Kegiatan Pembelajaran
C.    Tujuan
Tujuan daripada penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas kelompok MK Strategi Belajar Mengajar dan di lain sisi, kami juga mengaharapkan dengan adanya makalah ini, bisa menjadi salah satu bahan referensi dalam rangka  merekayasa dan mengimplentasikan model/strategi pembelajaran secara umum dan tujuan secara khusus pembuatan makalah ini ada beberapa poin penting yang diharapkan yaitu
1.     Mampu mendeskripsikan secara singkat terkait dengan pengertian strategi pembelajaran
2.     Mampu membedakan jenis-jenis strategi pembelajaran
3.     Mampu menjelaskan Sasaran Kegaitan Pembelajaran
4.     Mampu menjelaskan bagaimana tahapan kegiatan pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Strategi Pembelajran
1.     Makna Strategi
Istilah strategi pada awalnya digunakan dalam militer yang diartikan sebagai cara penggunaa seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Sekarang, istilah strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kediatan yang bertujuan memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Istilah strategi berasal dari “kata benda” dan “kata kerja” dalam bahasa Yunani. Sebagai kas benda, strategi merupakan gabungan kata strato (militer) dengan “ago” (memimpin). Sebagai kata kerja, stratego berarti merencanakan (do Plan).
Semakin luasnya penerapan strategi, Mintzberg dan Waters (1983) mengemukakan bahwa strategi adalah pola umum tentang keputusan atau tindakan. Hardy, Langley, dan Rose dalam Sudjana (1986) mengemukakan strategi dipahami sebagai rencana atau kehendak yang mendahului dan mengendalikan kegiatan.
Berdasarkan beberapa pengertian strategi di atas, dapat dikemukakan bahwa strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa naf terlihat dalam kegiatan, isi kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan.
2.      Makna Pembelajaran
Secara sederhana, istilah pembelajaran (instrtuction) bermakna sebagai “upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya (efffort) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan karah pencapaian tujuan tang telah direncanakan”. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagai kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyedian sumber belajar.
Beberapa ahli mengemukakan tentang pengertian pembelajaran diantaranya :
a.      Pembelajaran adalah suatu proses Dimana liingkungan seseorang yang disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu. Pembelajaran merupakan subyek khusus dari penidikan (Corey 1986);
b.     Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU SPN No. 20 tahun 2003);
c.      Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubbahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Mohammad surya);
Pada prisipnya, pembelajaran tidak hanya terbatas pada event-event yang dilakukan oleh guru, tetapi mencakup semua event yang mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar yang meliputi kejadian-kejadian yang diturunkan dari bahan-bahan cetak, gambar, program radio, televisi, film, slide, maupun kombinasi dari bahan-bahan tersebut.
                   Sardiman (2005) dalam bukunya yang berjudul interaksi dan motivasi dalam belajar mengajar menyebutkan istilah pembelajaran dengan interaksi edukatif. Menurut beliau, yang dianggap Interaksi edukatif adalah interaksi yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan untuk mendidik dalam rangka mengantarkan peserta didik ke arah kedewataannya.
          Pembelajaran adalah suatu konsep dari dua dimensi kegiatan (belajar dan mengajar) yang harus direncanakan dan diaktualisasikan, serta diarahkan pada pencapaian tujuan atau penguasaan sejumlah kopentensi dan indikatornya sebagai gambaran hasil belajar
          Paparan di atas mengilustrasikan bahwa belajar merupakan proses internal siswa, dan pembelajaran merupakan kondisi eksternal belajar. Dari segi grup, belajar merupakan akibat tindakan pembelajaran. Untuk lebih jelas mengenai pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.
3.     Makna strategi pembelajaran
Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran disebut strategi pembelajran. Pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan  belajar. Tujuan strategi pembelajaran adalah terwujudnya efisiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik (perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok, dan atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lain. Isi kegiatan adalah bahan/materi belajar yang bersumber dari kurikulum suatu program pendidikan.
Proses kegiatan adalah langkah-langkah atau tahapan yang dilalui pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Sumber pendukung kegiatan pembelajaran mencakup fasilitas dan alat-alat bantu pembelajaran. Dengan demikian strategi pembelajaran  mencakup penggunan pendekatan, metode dan teknik, bentuk media, sumber belajar, pengelompokan peserta didik, untuk mewujudkan interaksi edukasi antara pendidik dengan peserta didik, antar peserta didik, dan anaatar peserta didik dan lingkungannya, serta upaya pengukuran terhadap proses, hasil, dan atau dampak kegiatan pembelajaran.
          Dalam hal ini, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan pendekatan menyeluruh dalam suatu sistem pembelajaran yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori belajar tertentu. Berikut pendapat beberapa ahli berkaitan dengan pengertian strategi pembelajaran.
a.      Kempa (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajan yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
b.     Koma dalam Sanjaya (2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajran tertentu.
c.      Gerlach dan Ely menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupak cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertntu. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud meliputi sifat, lingkup, dan ururtan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
d.     guru untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen pembentuk sistem  pembelajaran, Dimana untuk itu guru menggunakan sistem tertentu.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dan kekuatan dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindak. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar, semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
B.    Jenis-jenis Strategi Pembelejaran
Strategi pembelajaran dikembangkan atau diturunkan dari model pembelajaran. Dari beberapa pengertian di atas, strategi pembelajaran meliputi rencana, metode, dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksankan strategi tertentu diperlukan perangkat metode pengajaran.
Newman dan Logan (Abin Syamsudin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu ;
1.     Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (output) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya;
2.     Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basi way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran;
3.     Mempertimbangakan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran;
4.     Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita mencaba menerapkan dalam konteks pembelajaran, keepmat unsur tersebut adalah ;
1.     Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran, yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik;
2.     Mempertimbangkan dan memilih sistem penddekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif;
3.     Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode, dan teknik pembelajaran;
4.     Menetapkan norma-norma dan batas maksimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Gambar dibawah ini menujukkan jenis-jenis/klasifikasi strategi pembelajaran yang dikemukakan dalam artikel Saskatchewan Educational (1991).

Text Box: Gambar 1.1 Klasifikasi Strategi Pembelajaran
1.     Strategi pembelajaran langsung (direct instruction)
·        Strategi pembelajaran laangsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi ini termasuk didalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran ekplisit, praktek dan latihan, serta demonstrasi.
·        Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah.
2.     Strategi pembelajaran tidak langsung (indirect instruction)
·        Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan siswa yang tinggi dalam melakukan observasi, penyelidikan, penggambaran inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis
·        Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resource person)
·        Guru merancang lingkungan belajar, memberikan siswa kesempatan untuk terlibat, dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri.
·        Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.
3.     Strategi pembelajaran interkatif (interacive instruction)
·        Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk memberikan reaksi terhadap gagasan, pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok, serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir.
·        Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokan dan metode-metode interaktif. Di dalamnya terdapat bentu-bentuk diskusi kelas,diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok, dan kerja sama siswa secara berpasangan
4.     Strategi pembelajaran melalui pengalaman (experiental learning)
·        Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif, berpusat pada siswa, dan orientasi pada aktivitas.
·        Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar, dan bukan hasil belajar.
·        Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi, sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran umum.
5.     Strategi pembelajaran mandiri
Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagai bagian dri kelompok kecil.
Kelebihan dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik yang manddiri dan bertanggung jawab. Sedangkan kekurangannya adalah peserta belum dewasa, sulit menggunakan pembelajaran mandiri. Untuk lebih jelasnya kaiatan dengan jenis dan klasifiksi strategi pembelajaran dibahas pada bab khusus tentang klasifikasi strategi pembelajaran.
C.   Istilah Terkait dalam Strategi Pembelajaran
Dikenal beberapa istilah dalam pembelajaran yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah ;
1.     Model Pembelajaran
Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian lain, model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda yang sesunggunhnya, seperti “globe” yang merupakan model dari bumi tempat kita hidup. Dalam istilah selanjutnya, istilah model digunakan untuk menunjukan pengertian yang pertama sebagai kerangka konseptual. Atas dasar pemikiran tersebut, maka yang dimaksud dengan “model belajar mengajar” adalah kerangka konseptual dan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran, serta para guru dalam merancanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar
Dewey dalam joyce dan weil (1986) mendefenisikan model pembelajaran sebagai  suatu rencana atau pola yang dapat kita gunakan untuk merancang tatap muka di kelas, atau pembelajaran tambahan di luar kelas dan untuk menajamkan materi pengajaran. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa :
a.      Model pembelajaran merupakan kerangka dasar pembelajaran yang dapat di isi oleh beragam muatan mata pelajraran, sesuai dengan karakteristik kerangka dasarnya;
b.     Model pembelajaran dapat muncul dalam berbagai bentuk dan variasinya sesuai dengan landasan filosofis dan pedagogis yang melatar belakanginya.
Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang membedakan dengan strategi, metode, atau prosedur (Kardi dan Nur, 2000). Ciri-ciri tersebut adalah
a.      Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya;
b.     Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai);
c.      Tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model  tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil;
d.     Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat dicapai
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan pada gambar di bawah ini.
Text Box: Gambar 1.2 istilah-istilah dalam pembelajaran
a.      Jenis-jenis pembelajaran
Bruce Joyce dan Marsha Weil dalam Dedi supriawan dan A. Benyamin Surasega (1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran yiatu, 1) model interaksi sosial ; 2) model pengolahan informasi; 3) model personal humanistik; 4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikan dengan strategi pembelajaran. Keempat model pembelajaran tersebut dapat dilihat pada uraiaan berikut.
1.     Model proses informasi
Teori belajar oleh Gagne (1988) disebut dengan information processing learning theory. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak masnusia di saat memproses suatu informasi.karenanya teori belajar tadi dissebut juga dengan information processing model (model pemrosesan informasi) oleh Lefrancois. Menurut Gagne, dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi, terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam prosses pembelajaran.
Kelompok model ini menekankan peserta didik agar memilih kemampuan untuk memproses informasi sehingga peserta didik yang berhasil dalam belajar adalah yang memiliki kemampuan dalam memproses informaasi. Dalam rumpun model pembelajaran ini terdapat 7 model pembelajaran yaitu;
a.      Pencapain konsep (concept attainment)
b.     Berpikir induktif (induktif thinking)
c.      Latihan penelitian (inqiury training)
d.     Pemandu awal (advance organizer)
e.      Memorisasi (memorization)
f.       Pengembangan intelek (developing intelek)
g.     Penelitian ilmiah (scientic inquiry)

2.     Model personal
Rumpun model personal bertolak dari pandangan kedirian atau self-hood dari individu. Prosesp endidikan sengaja diusahakan yang memungkinkan seseorang dapat memahami diri sendiri dengan baik, sanggup memikul tanggung jawab untuk pendidikan, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penggunaan model-model pembelajaran dalam rumpun personal ini lebih memuastkan perhatian pada pandangan perseorangan dan berusaha menggalakan kemandirian yang produktif sehingga manusia semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
          Dalam rumpun model personal ini terdapat 4 model pembelajaran, yaitu ;
a.      Pengajaran tanpa arahan (non directive teaching)
b.     Model sinektik (synectics model)
c.      Latihan kesadaran (awareness training)
d.     Pertemuan kelas (classroom meeting)

3.     Model interaksi sosial
Model interaksi sosial pada dasarnya bertolak dari pemikiran pentingnya hubungan pribadi (interpersonal relationship) dan hubungan sosial, atau hubungan individu dengan lingkungan sosialnya. Dalam koonteks ini, proses belajar pada hakikatnya adalah mengadakan hubungan sosial dalam pengertian peserta didik berinteraksi dengan peserta didik lainnya dan berinteraksi dengan kelompoknya. Langkah yang ditempuh guru dalam model ini adalah; 1) guru mengemukakan masalah dalam bentuk situasi sosial kepada peserta didik; 2) peserta didik dengan bimbingan guru menelusuri berbagai macam masalah yang terdapat dalam situasi tersebut; 3) peserta didik diberi tugas atau permaslahan yang berkenaan dengan situasi tersebut untuk dipecahkan, dianalisis, dan dikerjakan; 4) dalam memecahkan masalah belajar tersebut peserta didik diminta untuk mendiskusikannya; 5) peserta didik membuat kesimpulan dari hasil diskusinya; 6) membahas kembali hasil-hasil kegiatannya.
4.     Model sistem perilaku (behavior)
Model behavior menekankan pada perubahan perilaku yang tampak dari peserta didik, sehingga konsisten dengan konsep dirinya. Sebagai bagian dari teori stimulus-respons, model behavioral menekankan bahwa tugas-tugas yang harus diberikan dalam suatu rangkaian kecil, berurutan, dan mengandung perilaku tertentu.
Implementasi dari model modifikasi tingkah laku ini adalah meningkatkan ketelitian pengucapan pada anak; guru selalu perhatian terhadap tingkah laku belajar peserta didik ; modifikasi tingkah laku perserta didik yang kemampuan belajarnya rendah dengan reward sebagai reinforcement pendukung; penerapan prinsip pembelajaran individual dalam pembelajaran klasikal.
Rumpun model sistem perilaku mementingkan penciptaan sistem lingkungan belajar ynag memungkinkan manipulasi penguatan tingkah laku (reinforcement) secara efektif, sehingga terbentu pola tingkah laku yang dikehendaki. Model ini memusatkan perhatian pada perilaku yang terobservasi serta metode dan tugas yang diberiikan dalam rangka mengomunikasikan keberhasilan. Dalam rumpun model sistem perilaku ini terdapat lima (5) model pembelajaran, yaitu;
a.      Belajar tuntas (mastery learning)
b.     Pembelajaran langsung (direct instruction)
c.      Belajar kontrol diri (learning self control)

2.     Pendekatan pembelajaran
Istilah pendekatan berasal dari bahasa inggris “approach” yang memiliki beberapa arti diantaranya diartikan dengan “pendekatan”. Dalam dunia pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan a way of begining something (cara melalui sesuatu). Oleh karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan sebagai “cara memulai pembelajaran”. pendektan permbelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang. Hal tersebut berguna untuk ; 1) mendukung kelancaran guru dalam proses pembelajaran; 2) membantu para guru menjabarkan kurikulum dalam praktik pembelajaran di kelas; 3) sebagai panduan bagi guru dalam menghadapi perubahan kurikulum; 4) sebagai bahan masukan bagi para penyusun kurikululm untuk mendesain kurikulum dan pembelajaran yang terintegrasi.
Diagram berikut memperlihatkan dengan lebih jelas tenttang hubungan antara model pembelajaran, pendekatan, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, an keterampilan mengajar.




Menurut Philip R. Wallace (1992; 13) pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pendektana konservatif (konservative approaches) dan pendekatan liberal (liberal aproach). Pendekatan konservatif memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagaimana umumnya guru mengajarkan materi pada siswanya.
3.     Metode Pembelajaran
Metode ini menurut JR. David dalam teaching strategis for college classroom (1976) ialah “a way achieving something” (cara untuk mencapai sesuatu). Untuk melaksanakan suatu strategi, digunakan seperangkant metode pembelajaran tertentu. Dalam pengertian demikian maka metode pengajaran menjadi salah satu unsur dalam strategi pembelajaran
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya; 1) ceramah; 2) demonstrasi; 3)   diskusi; 4) simulasi; 5) laboratorium; 6) pengalaman lapangan;  7) brainstroming; 8) debat; 9) simposium dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berkaitan dengan strategi dan metode pembelajaran dapat dilihat pada bagan di bawah ini.



Gambar 1.4 hubungan antara strategi dan metode pembelajaran
Adapun perbedaan strategi dengan metode pembelajaran adalah bahwa strategi mengajar bisa berarti rencana, cara dan upaya tertentu khususnya yang dibuat dan digunakan oleh guru untuk memandu, mengarahkan dan menunjukkan jalan kepada peserta didiknya untuk meralisasikan seperangkat tujuan belajar mengajar/pembedlajaran. Di bawah ini adalah perbedaan antara keduanya.
Tabel 1.2 perbedaan antara metode dan strategi mengajar
Metode mengajar
Strategi mengajar
Metode mengajar merupakan penyajian efektif dari muatan/konten tertentu suatu mata pelajaran sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh peserta didik
Strategi mengajar merupakan pengembangan lingkungan pembelajaran yang memadai/sesuai yang mengarah untuk membantu siswa dalam merealisasikan seperangkat tujuan belajar mengajar
Istilah metode merupakan istilah yang relatif kuno dan dihubungkan dengan pedagogi
Istilah strategi merupakan istilah yang relatif baru yang dimiliki ilmu kemiliteran dan teknologi pendidikan
Sifat dari mata pelajaran menentukan pemilihan metode untuk melaksanakan tugas mengajar
Sifat dari tujuan pembelajaran yang merupakan faktor dalam memutuskan pemilihan strategi mengajar yang sesuai/cocok
Metode mengajar berdasarkan pada asumsi bahwa mengajar adalah suatu seni
Strategi mengajar berasumsi bahwa mengajar adalah suatu ilmu dan bersifat lebih teknik
Efektivitas atau keberhasilan metode meganajr dievaluasi dalam hal penguasan materi pembelajaran yang menggunakan tes prestasi
Efektivitas strategi mengajar dievalusi dalam hal realisasi tujuan yang ditetapkan dengan menggukan tes yang mengacu pada kriteria
Penekanan metode pengajaran lebih pada langkah-langkah mengajar yang dilakukan untuk menyampaikan materi belajar secara tepat
Penekanan strategi mengajar pada kegiatan mengajar untuk pengorganisasian lingkungan pembemlajaran yang tepat
Langkah-langakah yang dilakukan dalam metode mengajar cenderung kaku dan baku. Pada umumnya, cukup sulit untuk membuat perubahan dalam gaya dan langkah-langkah yang ditujukan oleh suatu metode
Strategi mengajar cenderung fleksibel dalam penggunaanya. Strategi mengajar selalu dimungkinkan untuk dimodifikasi demi kepentingan realisasi terbaik dari perangkat tujuan pada kondisi saat ini
Untuk implementasi yang efektif, suatu metode mengajar bisa menggunakan taktik mengajar dan material penunjang
Strategi mengajar lebih komprehensif sebagaimana bisa digunakannya bermacam metode, taktik, alat bantu, perlengakapan, teknik, dan sebagainya untuk mengorganisasikan kegiatan dan lingkungan belajar mengajar dengan cara yang efektif

4.     Teknik pembelajaran
Metode pembelajaran dijabarkan dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah apa kelas yang jumlahnya terbatas. Demikian pula dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas Yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswannya tergolong pasif. Dalam hal ini, gurupun dapat berganti-ganti teknik, meskipun dalam koridor metode yang sama.
Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya, diskusi, pembelajaran langsung, teknik menjelaskan, dan mendemonstrasikan. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru, struktur dan fokus pembelajaran, serta pengelolaan pembelajaran.
5.      Taktik pembelajaran
Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalnya, terdapat dua orang yang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakanya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengar humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang tersebut. Dalam gaya pembelajaran, akan tampak keunikan dan kekhasan dari masing-masing guru. Hal ini sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan tipe kepribadian diri guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi ilmu sekaligus juga seni (kiat).
Keterhubungan dan wilayah kajian antara model pembelajaran, strategi, metode, teknik/keterampilan mengajar dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.5 Keterhubungan dan wilayah kajian model, strategi, metode, dan teknik pembelajaran
D.   Sasaran Kegaitan Pembelajaran
 Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai sasaran atau tujuan. Tujuan itu bertahap dan berjenjang, mulai dari yang sangat operasional dan konkret yakni tujuan pembelajaran khusus, tujuan pembelajaran umum, tujuan kurikuler, tujuan nasional, sampai pada tujuan yang bersifat universal. Sasaran itu harus diterjemahkan ke dalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan. 
Agar tujuan itu dapat tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan dengan baik sehingga sesama komponen itu terjadi kerjasama. Secara khusus dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai pengajar, pembimbing, perantara sekolah dengan masyarakat, administrator dan lain-lain. Untuk itu wajar bila guru memahami dengan segenap aspek pribadi anak didik seperti: 1) kecerdasan dan bakat khusus; 2) prestasi sejak permulaan sekolah; 3)  perkembangan jasmani dan kesehatan; 4) kecenderungan emosi dan karakternya; 5) sikap dan minat belajar; 6) cita-cita; 7) kebiasaan belajar dan bekerja; 8) hobi dan penggunaan waktu senggang; 9) hubungan sosial di sekolah dan di rumah; 10) latar belakang keluarga; 11) lingkungan tempat tinggal; 12) sifat-sifat khusus dan kesulitan belajar anak didik.

E.    Tahapan Kegiatan Pembelajaran
1.   Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan ini kadang juga disebut kegiatan pembuka atau pijakan awal. Setiap memulai kegiatan pembelajaran atau kegiatan apapun, seharusnya guru melakukan beberapa langkah strategis yang bertujuan mengkondisikan mental siswa agar siap untuk belajar.
Kegiatan pendahuluan adalah fase mengalihkan fokus perhatian siswa dari berbagai aktivitas sebelum pelajaran dimulai, apalagi yang berpotensi mengganggu kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru harus mengantisipasi ketika anak baru saja bermain, bercanda atau bahkan masih makan jajanan, agar tidak mengganggu konsentrasi dan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran Kegiatan pendahuluan juga ditujukan untuk mengarahkan mental anak pada suasana belajar dan materi yang diajarkan.
2.   Kegiatan Inti
Ini merupakan kegiatan pokok dalam proses pembelajaran, yaitu usaha membuat peserta didik menguasai materi pelajaran. Setelah siswa benar-benar siap belajar, guru dapat memulai proses internalisasi materi pelajaran sesuai dengan pendekatan, strategi, metode, media dan berbagai instrumen yang telah dipersiapkan.
Pengelolaan kegiatan inti harus disesuaikan dengan materi, bidang cakupan dan ketersediaan sarana dan prasarana. Selama kegiatan inti, perhatian dan ektivitas siswa harus dikondisikan agar sepenuhnya terfokus pada proses pembelajaran, baik dalam hal memilih metode atau media yang tepat maupun pemberian selingan (ice breaking) untuk menyegarkan suasana.

3.  Kegiatan Penutup
Kegiatan ini disebut juga pijakan akhir atau kegiatan akhir. Dalam kegiatan ini guru harus memastikan seluruh siswa berhasil menguasai materi pelajaran, baik melalui kuis, tanya-jawab, refleksi atau evaluasi.
Berdasarkan hasil kegiatan akhir guru dapat mengetahui apakah proses pembelajarannya saat itu berhasil mencapai target atau tidak. Dengan begitu, guru dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya, atau memberikan threatment tambahan terutama bagi siswa yang belum berhasil. Siswa sendiri diupayakan memahami apa yang baru saja mereka pelajari, dan menyadari sejauh mana pemahaman mereka, serta kekurangan mereka dalam menguasai materi tersebut.
Dengan begitu, proses pembelajaran akan berlangsung efektif dan bermakna baik bagi siswa maupun guru. Intinya, sebelum dan setelah melakukan kegiatan siswa dan guru harus tahu apa yang mereka dapat dan hasilkan dari proses pembelajaran yang baru saja mereka lakukan.



BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN

Disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dan kekuatan dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindak. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar, semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Konsep dan Hakikat Strategi Belajar Mengajar"

Post a Comment