google adsense

Angkat Pulau Muna dan Kota Kendari Melalui Film Mengejar Embun ke Eropa

Adegan Film Mengejar Embun Sampai Ke Eropa YangBerlatar Belakang Dari Pulau Muna
Source Tribunnews.com


Selain menemukan kekayaan budaya yang indah, Purobertemu Roberta, gadis Belanda yang cantik namun Puro tetap menjaga kesetiaan pada  Ani, istrinya yang tinggal di Kendari.
Sepulang dari Eropa, Ir Puro, M.S bekerja di Universitas Delapan Penjuru Angin (UDPA) Kendari.
Namun, usaha memperbaiki etos kerja para dosen dan memberantas manipulasi nilai berujung pada pencopotan jabatan Kepala Jurusan Sosial Ekonomi.
"Walau begitu, loyalitas dan dedikasi Ir.Puro, M.S kepada UDPA dan atasan tidak pernah surut," katanya.
Tanggungjawab Prof. Dr.Ir. Puro, M.S menjadi semakin berat ketika jabatan rector dipikulnya. 
Kampus ini sempat menonjol sebagai  kampus tukang  demo.
Perlawanan terhadap premanisme di kampus akhirnya dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi kampus serta membangun jaringan dengan pihak luar.
"Pada akhirnya, perubahan demi perubahan terjadi, dan kesuksesan SDM di Kampus UDPA mengingatkan kembali pada kebiasaan mandi dengan cara mengejar embun di dedaunan pagi hari," katanya.
Skenario ditulis oleh Haryo Sentanu Murti dan N Riantiarno serta di produseri oleh Pudentia MPSS dan Jabatin Bangun, dan juga Prof DR Ir Usman Rianse sebagai Executive Produser, MS ini memang tidak menceritakan mengenai kepahlawanan seseorang melawan penjajah.
Film dibintangi  Rizky Hanggono sebagai Prof Dr Ir Puro dan Putri Ayudya sebagai Ani serta Roberta Salzano sebagai Roberta, Irma Magara, Danin Dharma perwira, Nazarudin, La Ode Kamaluddin, Rendra Bagus Pamungkas, Yuyun Andriani, Ardih Ansah, dan Maulana Abdul Qadri.
Film ini mengambil lokasi di Kendari dan Pulau Muna, Sulawesi Tenggara serta beberapa kota di Italia dan  Belanda.
Baca Sumber                          Baca Info Lainnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Angkat Pulau Muna dan Kota Kendari Melalui Film Mengejar Embun ke Eropa"

Post a Comment